Homepage Why Solo
Why Solo

Why Solo

Bukan Hanya Kota Budaya

Orang mengenal Solo sebagai Kota Budaya. Namun, belakangan Solo makin dikenal sebagai Kota Perdagangan, Kota Kuliner, Wellness City, Kota Ekonomi Kreatif & UMKM, Smart City, hingga Episentrum Politik Nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Solo konsisten berada pada tren positif. Kontribusi utama berasal dari sektor perdagangan, jasa modern, UMKM kreatif, pariwisata, serta manufaktur ringan.

Dengan konektivitas langsung menuju destinasi utama di Pulau Jawa, Solo menjadi pusat aktivitas ekonomi regional yang makin strategis. Struktur PDRB yang sehat dan iklim usaha yang kondusif memberikan ruang luas bagi investor untuk masuk, mengembangkan, dan menaikkan skala bisnis.

Infrastruktur Terintegrasi

  • Peta Solo-Pulau Jawa (gambarkan koneksi tol dengan Solo sebagai hub)
  • Bandara Adisoemarmo
  • Moda transportasi darat super lengkap (kereta api, bus)
  • Fasilitas transportasi publik regional (BST, Trans Jateng, Railbus Batara Kresna)

Pertumbuhan Ekonomi Stabil 5,5%-6,25% (2022-2024)

Kota Solo menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa Tengah selatan yang kerap disebut kawasan Soloraya.

7 Kota/Kabupaten Soloraya

  1. Kota Solo – hub ekonomi, budaya, pariwisata, pendidikan
  2. Kabupaten Sukoharjo
  3. Kabupaten Wonogiri
  4. Kabupaten Klaten
  5. Kabupaten Karanganyar
  6. Kabupaten Sragen
  7. Kabupaten Boyolali

Tenaga Kerja Berkualitas

Akses pendidikan dan fasilitas pelatihan/kursus yang lengkap melahirkan warga Solo tumbuh menjadi SDM yang berkualitas. Ini ditunjukkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Solo yang sangat tinggi di angkat 84,41% (2024). Provinsi Jawa Tengah memiliki IPM sebesar 73,81% (2024).

Tradisi yang Menginspirasi

Kekayaan budaya dan tradisi yang mengakar kuat di masyarakat tidak membuat Solo berhenti pada predikatnya sebagai Kota Budaya. Datang ke Solo, tamu tidak hanya menemukan wajah budaya yang statis, tetapi juga menyaksikan bagaimana kreativitas tumbuh di berbagai sudut kota. Dari seni pertunjukan, kuliner, kriya, hingga ruang-ruang kreatif baru, Solo menghadirkan cara-cara segar untuk menikmati warisan budaya, yang hidup, dinamis, dan terus menginspirasi.

(foto2 Pracima Mangkunegaran, Solo Menari, Solo Batik Fashion)

Pilihan Investor

Transformasi kota yang berjalan lebih dari 10 tahun, membuat nama Solo makin dikenal di Indonesia, bahkan dunia. Inovasi membangun kota lewat konsep kolaborasi, transformasi digital di berbagai lini pelayanan publik termasuk pelayanan investasi, hingga modernisasi fasilitas publik, terutama pasar tradisional, menjadikan kota ini tak pernah luput dibicarakan.

Pemerintah Kota Solo, dengan didukung sejumlah pihak, berhasil menciptakan magnet ekonomi baru. Lazim jika kemudian magnet ini menarik banyak investor untuk datang dan memulai atau mengembangkan usahanya di Kota Solo. Realisasi investasi Kota Solo menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2020 hingga 2024.

Pada tahun 2024 nilai investasi mencapai Rp5,27 triliun, tumbuh rata-rata 13% per tahun (periode 2020-2024). Iklim investasi di Solo terus menunjukkan perkembangan positif, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi dan stabilitas kota ini.

(logo investor di Solo: M Bloc, JIH, Universitas Triputra, Bank Mayapada, Shopee, Indosat)

Share this post:
Solo Investment Forum
Main Event

Solo Investment Forum (SIF) 2025

Platform Bertemu, Berkolaborasi, dan Menciptakan Peluang Baru
Solo Investment Forum (SIF) adalah agenda tahunan yang mempertemukan pemerintah, investor, pengembang, lembaga keuangan, dan pelaku usaha. Dalam forum ini, potensi investasi Solo disajikan secara lengkap, mulai dari sektor prioritas, portofolio aset premium, hingga data ekonomi terbaru. Selain konferensi, SIF menghadirkan ekspo aset, business presentation session, serta investment clinic yang memungkinkan investor berdiskusi langsung dengan instansi terkait. SIF adalah ruang kolaboratif untuk memulai dan menumbuhkan proyek strategis di Kota Solo.
Event Detail

Have any Question?

62817724811