Esposin, SOLO -- Perilaku Generasi Z atau Gen Z yang lahir pada 1997-2012 yang kian berubah memunculkan peluang investasi pada bidang teknologi pendidikan atau EdTech di Kota Solo.
Hal ini disampaikan Pengajar STIE Surakarta sekaligus pemilik Dr Gin Research Institute, Ginanjar Rahmawan, dalam sesi Talkshow Pendidikan acara Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang digelar Pemkot Solo bekerja sama dengan Solopos Media Group (SMG) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo, Jumat (12/12/2025).
Menurut Ginanjar, perilaku Gen Z yang sangat lekat dengan media sosial telah menciptakan fenomena micro-learning. Anak muda kini menyerap informasi melalui infografis, story, dan reels yang berdurasi singkat.
“Ini tantangan baru buat dunia pendidikan sekarang, gimana caranya mengemas materi belajar biar nyampe dengan efektif lewat media itu. Tapi di sisi lain, jadi peluang baru,” katanya dalam pemaparannya.
Ia menilai pergeseran pola perilaku ini membuka peluang investasi strategis, salah satunya adalah pengembangan Learning Management System (LMS) secara mandiri. Ginanjar memaparkan investor dapat bekerja sama dengan kampus-kampus di Solo untuk membangun sistem manajemen pembelajaran yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
“Model ini sangat menguntungkan karena efisien. Materinya cukup dibikin sekali, tapi bisa dipakai berkali-kali. Jadi, biaya operasional pendidikannya juga jauh lebih hemat,” katanya.
Selain itu, ia melanjutkan kolaborasi ini memberikan keuntungan bagi Pemerintah Kota Solo dalam memperkuat branding sebagai Smart City melalui pilar Smart Education. Bagi para investor, ia menilai pengembangan LMS menjanjikan akses pasar yang sangat luas mengingat besarnya populasi mahasiswa di Kota Solo yang mencapai jutaan orang.
“Tidak hanya itu, peluang investasi juga terbuka lebar pada sektor pelatihan keterampilan digital atau digital skills yang menyasar siswa maupun masyarakat umum,” katanya.
Lebih lanjut, Ginanjar menyoroti peluang pada jasa digitalisasi infrastruktur konten. Ia mengamati universitas saat ini memiliki kebutuhan mendesak untuk mendistribusikan pengetahuan mereka secara luas, namun sering kali terkendala fasilitas produksi.
“Nah, ini menciptakan ceruk pasar bagi penyedia jasa penyewaan studio podcast, studio live streaming, hingga layanan produksi konten profesional,” katanya.
Ia yakin kehadiran investor di sektor ini akan sangat membantu institusi pendidikan dalam memproduksi konten berkualitas tinggi guna mendukung proses belajar mengajar di era digital.
Sarana Pendukung Investasi
Talkshow pendidikan dalam ajang Solo Investment Forum (SIF) 2025 itu menghadirkan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta Weni Hastuti, dan Pengajar STIE Surakarta sekaligus pemilik Dr Gin Research Institute, Ginanjar Rahmawan.
Sebelumnya, saat pembukaan Solo Investment Forum (SIF) 2025 Jumat pagi, Wali Kota Solo, Respati Ardi, dalam paparannya mengajak untuk menanamkan investasi di Kota Bengawan. Respati mengatakan Solo merupakan destinasi investasi paling menjanjikan di Jawa Tengah saat ini.
Posisi Solo saat ini sebagai hub strategis di Jawa Tengah. Ia menyoroti stabilitas sosial, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kemudahan konektivitas yang menjadi daya tarik utama kota ini. Meski secara administratif penduduk Solo tercatat sekitar 589.000 jiwa, Respati memaparkan pada siang hari, populasi kota melonjak hingga 2,5 juta jiwa.
"Solo adalah tempat center [pusat] antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Penduduknya mungkin hanya 500.000-an, tapi siangnya ada 2,5 juta jiwa yang berniaga, bersekolah, dan berobat di sini. Ini adalah opportunity luar biasa," ujar Respati di hadapan ratusan peserta SIF 2025 yang terdiri dari calon investor dan masyarakat umum.
Event Solo Investment Forum (SIF) 2025 menghadirkan serangkaian acara yang bisa diikuti para peserta dan masyarakat umum, mulai dari Festival Aset, Festival Anggaran, hingga diskusi atau curhat soal bisnis bersama Wali Kota Solo Respati Ardi.
Forum ini terbuka untuk umum dan gratis sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha, akademisi, investor, dan masyarakat umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo.
SIF menghadirkan tiga festival utama yang bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis di Solo. Ada Festival Aset yang menyuguhkan pameran aset milik Pemkot Solo, BUMD, hingga sektor swasta.
Kemudian Festival Anggaran membuka bocoran arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo 2026. Sementara Investment Clinic memberi kesempatan masyarakat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan atau peluang investasi di Solo.