Esposin, SOLO -- Sinergi strategis antara dunia pendidikan tinggi atau kampus dan sektor industri dinilai menjadi kunci utama percepatan dan penguatan iklim investasi di Kota Solo.
Hal itu mengemuka dalam sesi talkshow pendidikan dalam rangkaian acara Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang digelar Pemkot Solo bekerja sama dengan Solopos Media Group (SMG) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo, Jumat (12/12/2025).
Talkshow menghadirkan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani, Rektor Universitas Muhammadiyah PKU (UMPKU) Surakarta Weni Hastuti dan Pengajar STIE Surakarta sekaligus pemilik Dr Gin Research Institute, Ginanjar Rahmawan.
Weni mengatakan kekuatan utama pendidikan di Solo terletak pada sektor kesehatan. Hal ini terlihat dari jumlah program studi di bidang kesehatan. Ia mengatakan saat ini terdapat setidaknya belasan kampus di Solo yang memiliki fakultas kesehatan.
Potensi akademik ini semakin besar jika disandingkan dengan keberadaan jaringan rumah sakit swasta yang luas dan mapan di Solo, seperti jaringan rumah sakit Muhammadiyah dan rumah sakit swasta lain.
“Jika kekuatan perguruan tinggi ini berkolaborasi dengan jaringan industri kesehatan tersebut, kualitas pelayanan dan pendidikan kesehatan di Solo akan meningkat pesat,” katanya dalam talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih, tersebut.
Lebih jauh, Weni menekankan pentingnya sinergi antara riset perguruan tinggi, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan industri untuk memaksimalkan potensi ekonomi daerah. Ia mencontohkan kolaborasi antara program studi gizi dengan industri kuliner yang kini semakin diminati.
Menurutnya, sektor usaha di Solo akan bergerak maksimal apabila ditopang oleh riset dan inovasi dari perguruan tinggi. Weni juga mengidentifikasi beberapa sektor pendidikan unggulan yang layak dikembangkan lebih lanjut di Solo, yakni teknologi pangan, teknologi kesehatan, dan teknologi pendidikan.
Dengan modal sumber daya manusia dan infrastruktur kesehatan yang kuat, Weni menilai Solo siap menjadi pusat kemajuan pendidikan dan kesehatan nasional yang patut dicontoh oleh daerah lain.
Daya Tarik Solo
Terlebih saat ini, daya tarik utama Solo terletak pada kombinasi biaya hidup yang terjangkau namun memiliki fasilitas dan ekosistem sektor yang sangat lengkap. Hal ini terbukti dari riset animo mahasiswa yang menempatkan Solo sebagai salah satu pilihan utama destinasi studi. Menurutnya, ini bisa menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sektor pendidikan yang lebih strategis di Kota Bengawan.
Solo Investment Forum (SIF) 2025 dibuka di Ballroom Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Jumat (12/12/2025) pagi. Wali Kota Solo, Respati Ardi, dalam paparannya mengajak untuk menanamkan investasi di Kota Bengawan. Respati mengatakan Solo merupakan destinasi investasi paling menjanjikan di Jawa Tengah saat ini.
Posisi Solo saat ini sebagai hub strategis di Jawa Tengah. Ia menyoroti stabilitas sosial, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta kemudahan konektivitas yang menjadi daya tarik utama kota ini. Meski secara administratif penduduk Solo tercatat sekitar 589.000 jiwa, Respati memaparkan pada siang hari, populasi kota melonjak hingga 2,5 juta jiwa.
"Solo adalah tempat center [pusat] antara Jawa Barat dan Jawa Timur. Penduduknya mungkin hanya 500.000-an, tapi siangnya ada 2,5 juta jiwa yang berniaga, bersekolah, dan berobat di sini. Ini adalah opportunity luar biasa," ujar Respati di hadapan ratusan peserta SIF 2025 yang terdiri dari calon investor dan masyarakat umum.
Event Solo Investment Forum (SIF) 2025 menghadirkan serangkaian acara yang bisa diikuti para peserta dan masyarakat umum, mulai dari Festival Aset, Festival Anggaran, hingga diskusi atau curhat soal bisnis bersama Wali Kota Solo Respati Ardi.
Forum ini terbuka untuk umum dan gratis sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha, akademisi, investor, dan masyarakat umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo.
SIF menghadirkan tiga festival utama yang bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis di Solo. Ada Festival Aset yang menyuguhkan pameran aset milik Pemkot Solo, BUMD, hingga sektor swasta.
Kemudian Festival Anggaran membuka bocoran arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo 2026. Sementara Investment Clinic memberi kesempatan masyarakat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan atau peluang investasi di Solo.