Esposin, SOLO — Kota Solo terus menunjukkan geliat positif dalam investasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menawarkan sederet aset premium yang dinilai memiliki nilai komersial tinggi kepada para investor dalam gelaran Solo Investment Forum (SIF) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Solo, Jumat (12/12/2025).
Kepala Bidang Aset BPKAD Pemkot Solo, Kristina Andika Irawati, mengatakan pihaknya membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya kembali digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Ada beberapa aset premium di Kota Solo yang bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya para investor, untuk dikembangkan sebagai lahan bisnis. Harapannya, pemanfaatan lahan ini dapat meningkatkan PAD Surakarta, yang tentu akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Kristina memaparkan 22 aset tanah dan bangunan yang siap dikerjasamakan. Aset-aset itu berada di lokasi strategis dan memiliki nilai ekonomi tinggi, antara lain Eks Pasar Kabangan, tanah di Jl. Radjiman seluas 4.161 meter persegi, Eks SD Tumenggungan, Pendopo UPT Pengelolaan Aset di Ketelan Banjarsari, eks SD Sriwedari, eks Kantor Kelurahan Sondakan, Balai Persis Ketelan, Lantai 3 Gedung Parkir Ketandan, SD Timuran, SD Bumi 1, SD SD Yosodipuro, dan sejumlah aset ruang terbuka lainnya.
Penawaran sewa aset bervariasi, mulai Rp39 juta hingga Rp236 juta per tahun, tergantung luas dan potensi lahan.
“Kami siap memfasilitasi investor untuk survei lokasi. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi BPKAD atau UPT Pengelolaan Aset,” kata Kristina.
Kolam Renang Tirtomoyo Jebres
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Toyo Wening Solo, Agustan, turut mempresentasikan aset potensial milik Pemkot yang dikelola PDAM, yakni Kolam Renang Tirtomoyo Jebres. Ia menyebut aset tersebut memiliki prospek yang sangat menjanjikan.
"Dari pagi kolam renang ini sudah ada peminatnya. Kami tawarkan sewa Rp280 juta per tahun, dan ini bukan angka yang mahal karena pasarnya sudah terbentuk sebelum pandemi Covid-19” ujarnya.
Area kolam tersebut memiliki luas tanah 6.145 meter persegi, bangunan kolam renang utama dan kolam anak, tribun penonton, ruang bilas dan ganti, kantor, kantin, dan area parkir, sambungan air PDAM & listrik 23.000 watt.
Ia menjelaskan operasional kolam renang berhenti sejak pandemi Covid-19. Namun pada tahun terakhir sebelum tutup (2018), pendapatan dari tiket mencapai Rp387 juta, dengan puluhan ribu pengunjung umum maupun khusus perempuan.
Agus menekankan bahwa sebagian area merupakan benda cagar budaya, sehingga bangunan kolam harus dipertahankan, sedangkan fasilitas lain boleh dikembangkan, termasuk peluang membuat pusat kebugaran atau coffee shop.
Direktur Pedaringan Solo, Suryo Baruno, menambahkan bahwa kawasan Pedaringan membuka peluang investasi di sektor logistik, pergudangan, perdagangan, hingga SPBU.
“Ada delapan zona open space dengan total luas 2,2 hektare yang bisa dikerjasamakan. Peluang ini sangat prospektif karena demand logistik di Solo terus meningkat,” ujarnya. Proyek kerja sama yang ditawarkan antara lain:
-Pembangunan gerai ekspedisi/logistik, lahan 2.000 meter persegi, Nilai investasi Rp2,6 miliar payback period 5 tahun 3 bulan.
-Pembangunan gudang 1.200 meter persegi, nilai investasi Rp3,4 miliar, payback period 5 tahun 8 bulan.
-Skema kerja sama yang disiapkan mencakup sewa lahan, kerja sama operasional (KSO), hingga bangun serah guna.
Startup Lokal
Selain pemaparan aset Pemkot Solo, dua startup lokal juga memperkenalkan inovasi berbasis teknologi yang siap bermitra dengan investor.
Yang pertama adalah Neura Book (Aplikasi Manajemen Keuangan untuk Gen Z). Founder Sasmita Novitasari menjelaskan aplikasi ini tidak hanya mencatat transaksi, tetapi juga memberikan insight harian, mingguan, hingga forecasting untuk membantu anak muda mengelola uang.
Fitur premium aplikasi ini mencakup: pemindaian struk otomatis (OCR), Smart Insight, analisis kebocoran uang, dll. Biaya langganan hanya Rp35.000 per bulan.
Startup kedua, UmrohFit (Pelatihan Fisik untuk Jemaah Umrah/Haji). Founder Ahmad Uzlich, menyampaikan tingginya jumlah jemaah umrah dan kasus kelelahan fisik membuka peluang besar sektor wellness. Layanan yang ditawarkan adalah program persiapan fisik umrah/haji 4–8 sesi, personal training home-visit, mini group training, peluang investasi untuk memperluas layanan.
“Kami siap bekerja sama dengan investor maupun masyarakat yang membutuhkan layanan pembinaan fisik untuk jemaah maupun keluarga,” ujarnya.
Forum SIF 2025 pun diharapkan dapat menghasilkan kerja sama bisnis konkret serta menguatkan posisi Solo dan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Forum yang kali pertama digelar Pemkot Solo bersama Solopos Media Group (SMG) ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan institusi, di antaranya Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Bank Jateng, KBS, Bank Mandiri, BTN, KAI, BRI, Emboss, Hipmi, BNI, dan BSI.