Esposin, SOLO — Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang digelar di Ballroom Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Jumat (12/12/2025), menjadi magnet tidak hanya bagi investor atau pengusaha dari wilayah Kota Solo, tapi juga dari luar kota.
Booth investment clinic menjadi salah satu fasilitas yang paling diminati untuk berkonsultasi mengenai kendala bisnis dan perizinan. Direktur PT Al-Barokah Amin Sukses, Amin Nur Hidayat, bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Banyumas demi mengikuti acara yang digelar Pemkot Solo bekerja sama dengan Solopos Media Group tersebut.
Amin yang memimpin usaha di bidang pengemasan minyak goreng itu tiba di Solo pada Jumat siang setelah menempuh perjalanan dari Banyumas sejak pagi. Ia mengaku sengaja datang untuk mencari solusi terkait perpanjangan izin Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dinilainya membingungkan.
Amin bercerita biasanya ia menyerahkan urusan perpanjangan izin kepada konsultan. Namun, biaya yang harus dikeluarkan untuk konsultan sangat tinggi. "Untuk perpanjangan itu jujur saja kalau kita biasanya pakai konsultan, kami pasrahkan saja. Tapi biayanya mahal. Kebetulan ada acara seperti ini, saya datang minta solusi dan jawaban terbaik," kata Amin ketika ditemui Espos, Jumat.
Melalui konsultasi di Investment Clinic, Amin mendapatkan arahan yang jelas untuk berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian terkait di daerahnya. Ia menilai acara seperti Solo Investment Forum sangat membantu pengusaha yang minim akses informasi prosedur yang valid.
"Acara ini cukup megah dan sangat membantu bagi praktisi pengusaha, terutama yang belum punya akses informasi jelas. Alhamdulillah, tadi saya sudah dapat solusinya," tambahnya.
Narahubung Investasi Pemkot Solo, Angga Akla, menjelaskan Investment Corner atau Clinic ini dirancang sebagai etalase kecil dari Mal Pelayanan Publik. Tujuannya tidak hanya melayani keluhan, tetapi juga mempromosikan potensi investasi Kota Solo dengan strategi baru.
Angga menambahkan booth ini berfungsi memberikan data kepada calon investor mengenai sektor yang sedang berkembang atau hype di Solo. "Biasanya mereka tanya sektor potensial di Solo apa. Kami kasih tahu tujuh sektor terbesar, misalnya saat ini yang lagi hype adalah pendidikan dan rumah sakit," ujarnya.
Arah Investasi
Hal senada disampaikan Wali Kota Solo Respati Ardi saat Talk Show Investasi Solo dalam rangkaian SIF 2025. Respati menegaskan arah investasi Solo tidak lagi bertumpu pada proyek fisik, melainkan pada infrastruktur pendidikan dan kesehatan sebagai pendorong ekonomi jangka panjang.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat, khususnya generasi milenial, menjadi indikator penting. Masyarakat kini lebih banyak mengalokasikan pengeluaran untuk wellness, pendidikan, dan kesehatan, termasuk layanan psikologi, klinik kecantikan, klinik gigi, hingga fasilitas kebugaran seperti yoga dan spa.
“Kami ingin menuju Surakarta sebagai center of education and cultural development. Investasi yang masuk tidak lagi berbasis fisik, tetapi berbasis peningkatan kualitas manusia,” ujar Respati.
Ia menyebut Solo memiliki, perguruan tinggi nasional, lembaga pendidikan formal, lembaga pendidikan nonformal, 40 rumah sakit, serta puluhan fasilitas kesehatan pendukung lainnya.
Solo Investment Forum (SIF) 2025 yang digelar pada Jumat (12/12/2025) di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo, Laweyan, Solo, berisi serangkaian acara mulai dari Festival Aset, Festival Anggaran, hingga diskusi atau curhat soal bisnis bersama Wali Kota Solo Respati Ardi.
Forum ini terbuka untuk umum dan gratis sebagai ruang strategis bagi pelaku usaha, akademisi, investor, dan masyarakat umum untuk melihat lebih dekat potensi ekonomi Kota Solo.
SIF menghadirkan tiga festival utama yang bisa menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnis di Solo. Ada Festival Aset yang menyuguhkan pameran aset milik Pemkot Solo, BUMD, hingga sektor swasta.
Kemudian Festival Anggaran membuka bocoran arah kebijakan dan rencana anggaran Pemkot Solo 2026. Sementara Investment Clinic memberi kesempatan masyarakat berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan atau peluang investasi di Solo.